Stratifikasi Sosial, Proses dan Cara Memperolehnya

  • Bagikan
IMG 20211026 061112
Stratifikasi Sosial, Proses Terbentuknya Hingga Cara Memperolehnya, Sumber Foto Pengajar.co.id

Unews.id – Masyarakat Indonesia sangat plural dengan keanekaragamaan. Baik etnis, budaya, suku, agama dan lain-lain. Selain itu masyarakat kita terdapat lapisan-lapisan masyarakat sebagai simbol status masing-masing. Lapisan-lapisan masyarakat tersebut dinamakan Stratifikasi Sosial.

Stratifikasi sosial berasal dari kata stratum dan sosial, begitu menurut e-modul Sosiologi kelas 11 2019 terbitan Kemendikbud. Kata stratum berarti lapisan, sedangkan sosial berarti masyarakat. Jika digabungkan yang dimaksud dengan stratifikasi sosial adalah lapisan masyarakat. Namun, secara umum penggolongan masyarakat ke dalam kelas yang disusun bertingkat.

Penggolongan ini sifatnya hierarki vertikal dan mengakibatkan munculnya istilah kelas sosial atas (upper class), kelas sosial menengah (middle class), dan kelas bawah (lower class). Hal ini timbul dikarenakan adanya sesuatu yang dihargai dalam masyarakat.

Stratifikasi Sosial, Proses dan Cara Memperolehnya

Proses Terbentuknya Stratifikasi Sosial

1. Stratifikasi terjadi dengan sendirinya: biasanya dikarenakan kepandaian, tingkat umur, sifat keaslian keanggotaan, dan kepemilikan harta yang diwariskan.

2. Stratifikasi yang sengaja disusun: biasanya terkait pembagian kekuasaan dan wewenang resmi dalam organisasi formal.

Indikator Penggolongan Stratifikasi Sosial

1. Kekayaan

Max Weber berpendapat bahwa kekayaan menentukan kedudukan seseorang dalam lapisan sosial di masyarakat. Kekayaan ini dapat dilihat dari tipe rumah, jenis kendaraan, pakaian yang dikenakan, dan sebagainya.

2. Kekuasaan

Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan pihak lain sesuai kehendak pemegang kuasa. Kekuasaan ini bisa berasal dari kepemilikan atau keturunan.

3. Kehormatan

Indikator ini terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan. Biasanya, indikator kehormatan ditemui dalam masyarakat yang masih tradisional dan orang yang bersangkutan dianggap berjasa atau disegani dalam masyarakat.

4. Ilmu pengetahuan

Indikator ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Walau begitu, terkadang hal ini berdampak negatif, seperti mementingkan mendapat gelar kesarjanaan dengan segala cara, bukan mementingkan mutu ilmu pengetahuannya.

5. Keturunan

Stratifikasi Sosial, Proses dan Cara Memperolehnya

Pada masyarakat feodal, anggota keluarga raja atau kaum bangsawan menempati lapisan atas. Sementara, rakyat jelata ada di lapisan bawah.

Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, sifat stratifikasi sosial dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yakni:

1. Stratifikasi sosial tertutup

Sistem lapisan sosial tertutup membatasi seseorang untuk pindah dari satu lapisan sosial ke yang lain. Satu-satunya jalan untuk menjadi menjadi bagian dari lapisan sosial tertentu adalah melalui kelahiran. Sistem lapisan sosial tertutup dapat ditemukan di India karena masih menganut sistem kasta.

2. Stratifikasi sosial terbuka

Pada sistem lapisan sosial ini, tiap orang berkesempatan naik ke lapisan sosial lebih tinggi karena kemampuannya sendiri. Sebaliknya, tiap anggota masyarakat juga bisa turun ke lapisan sosial yang lebih rendah. Contoh ini umum terjadi di Indonesia seperti ketua RT menjadi Kepala Desa.

3. Stratifikasi sosial campuran

Stratifikasi sosial campuran adalah gabungan antara stratifikasi sosial tertutup dan stratifikasi sosial terbuka. Agar bisa pindah ke lapisan sosial lain, maka seseorang harus pindah ke daerah yang lapisan sosialnya berkarakter terbuka. Contohnya, seseorang yang mempunyai kasta sudra dapat pindah ke daerah di mana masyarakatnya tidak mengenal sistem kasta.

Menurut Roucek dan Warren, kedudukan/status adalah posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Setiap orang dalam pergaulannya mempunyai beberapa status sosial pokok (key status), yaitu:

1. Status dalam lingkungan kerjanya

2. Status dalam kekerabatan

3. Status religius dan politik

d. Cara memperoleh status sosial

Menurut Narwoko ada tiga macam, yakni:

a. Ascribed status. Status ini diberikan tanpa memandang kemampuan atau perbedaan antar individu dan diperoleh secara turun temurun melalui kelahiran. Contoh status ini adalah keturunan bangsawan.

b. Achieved status. Status ini dicapai dengan usaha yang sengaja dilakukan. Kedudukan ini sifatnya juga terbuka dan tergantung kemampuan, seperti dokter, guru, dan sebagainya.

c. Assigned status. Status ini diperoleh melalui penghargaan atau pemberian atas jasa-jasa tertentu. Contoh kedudukan jenis ini adalah pahlawan atau peraih nobel.

Itulah Stratifikasi Sosial, Proses dan Cara Memperolehnya. Semoga penjelasan singkat ini dapat memberikan manfaat. Amin (hi/yy)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *