Sayuran Kubis Terbesar di Pulau Jawa

  • Bagikan
Sayuran Kubis Terbesar di Pulau Jawa
Sayuran Kubis Terbesar di Pulau Jawa - sumber foto: cnnindonesia

Unews.idSayuran Kubis Terbesar Pulau Jawa. Kubis atau kol (Brassica oleracea L.) merupakan jenis tumbuhan tanaman sayuran berasal dari famili Brassicaceae, berbatang lunak, dikenal sejak jaman purbakala (2500-2000 SM) dimana tanaman ini dipuja dan dimuliakan oleh masyarakat Yunani Kuno.

Saat ini, Kubis menjadi salah satu jenis sayuran penting dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Sementara Brassica menjadi salah satu genus yang memiliki angka ragam spesis. Hampir 40 spesies dari Brassica tersebar diseluruh belahan dunia. Sebagian besar tumbuh didaerah beriklim sedang dan beberapa diantaranya tumbuh di iklim subartik.

Beberapa tanaman umumnya diketahui sebagai crucifer (kelompok sayuran) yang sangat dikenal oleh masyarakat sekitar karena khasiat dan manfaat bagi kesehatan dan kandungan gizi tinggi yang sangat bagi kelangsungan hidup manusia.

Sayuran Kubis Terbesar di Pulau Jawa

Para petani di Indonesia memanfaatkan dengan meningkatkan produktifitas salah satu jenis flora ini sebagai sumber perekonomian. Berdasarkan Angka Tetap (ATAP) Hortikultura 2014, Direktorat Jenderal Hortikultura. Produksi sayuran terbesar yakni tanaman kol (kubis) sebesar 1.435.833 ton atau 12,05 persen dari total produksi sayuran di Indonesia.

Baca Juga: Tiga Jenis Flora dan Fauna di Bumi Nusantara

Bahkan sentra produksi kubis terbesar berada di Pulau Jawa dengan hasil produksi sebesar 856.879 ton atau sekitar 59,68 persen dari total produksi kubis dalam skala nasional. Adapun provinsi penghasil kubis terbesar selain kawasana Jawa yakni Sumatera Utara dengan hasil produksi sebesar 173.486 ton atau sekitar 12,08 persen dari total produksi kubis dan diikuti oleh Bengkulu.

Sayuran Kubis Terbesar di Pulau Jawa

Sayangnya, upaya peningkatan produksi kubis tidak semudah dengan apa yang kita bayangkan. Salah satu kendala yakni adanya serangan hama dan wabah penyakit yang merupakan faktor pembatas penting terhadap usaha keberlangsungan produksi kubis.

Salah satu upaya dalam mengembangkan usaha ini yakni dengan cara melakukan bibit unggul. Penggunaan benih unggul bermutu tinggi merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan produksi tanaman yang ekonomis dan menguntungkan.

Sebaliknya, penggunaan benih bermutu rendah, akan menghasilkan presentase bibit rendah dan kurang toleran terhadap cekaman abiotik, lebih peka terhadap serangan hama penyakit serta memberi pengaruh negatif terhadap mutu dan hasil tanaman. (pt/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *