Peran Muhammadiyah, Memadukan Pendidikan Barat dan Agama

  • Bagikan
IMG 20211118 104301
Peranan Penting Muhammadiyah-Sumber-Foto-Pwmu

Unews.idPeran Muhammadiyah, Memadukan Pendidikan Barat dan Agama. Tepat pada hari kamis, 18 November 2021, merupakan momen sejarah penting bagi Muhammadiyah.

Tahun 1912, adalah lahirnya organisasi keagamaan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan. Tepatnya di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 18 November (8 Dzulhijjah 1330 H).

Muhammadiyah merupakan gerakan Islam dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid (pembaruan tentang pokok ajaran Islam) bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah as-Sohihah.

Selain itu memiliki slogan khas Islam berkemajuan sebagai manifestasi ajaran Al-Qur’ an dan Hadist.

Di umur yang tua, peranan Muhammad di masyarakat Indonesia teramat penting. Dampak perubahan terhadap masyarakat melalui Muhammadiyah cukup signifikan, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, dan lain-lain.

Peranan penting Muhammadiyah terhadap perubahan tatanan sosial di Indonesia, harus ditingkatkan seiring berkembangnya zaman.

Tantangan di era globalisasi dari berbagai sendi, mampu memporak-porandakan masyarakat sehingga perlu disikapi dengan kritis.

Dalam konteks segala bidang, Muhammadiyah hadir sebagai wajah Islam Rahmatan Lil Alamin membangun manusia insan akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam.

Masyarakat akan selalu menanti dampak besar dan peranan penting Muhammadiyah demi menciptakan kemajuan dan peradaban negeri.

Peran Muhammadiyah, Memadukan Pendidikan Barat dan Agama

Dilansir dari berbagai sumber, berikut peranan Muhammadiyah bagi bangsa Indonesia:

Peran Muhammadiyah, Memadukan Pendidikan Barat dan Agama

1. Melalui Sekolah

Pendidikan adalah pusat untuk mengembangkan pemberdayaan diri. Jumlah pendidikan Muhammadiyah sangat beragam, dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, pondok pesantren, dan perguruan tinggi dengan jumlah lebih dari 10.000 lembaga pendidikan.

Dari jumlah puluhan ribu tersebut sangat berperan penting dalam mencerdaskan masyarakat terutama anak-anak yang tidak mampu.

Baca Juga: Milad ke-109, Kemenag: Muhammadiyah contoh Penanganan Pandemi

2. Amal Usaha

Amal Usaha Muhammadiyah adalah salah satu usaha dari usaha-usaha dan media dakwah Persyarikatan untuk mencapai maksud dan tujuan Persyarikatan, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Amal Usaha Muhammadiyah terdiri dari :

– Panti Asuhan Yatim

– Panti Jompo

– Balai Kesehatan Sosial

– Panti Wreda/Manula

– Cacat Netra

– Santunan (keluarga, wreda/manula, kematian)

– BPKM (Balai Pendidikan dan Keterampilan Muhammadiyah)

– Rehabilitasi Cacat

Baca Juga: Link Twibbon Milad Muhammadiyah ke-109, Terbaru

3. Memadukan Pendidikan Barat dan Agama

Muhammadiyah melalui Amien Rais telah mengantarkan bangsa Indonesia ke peradaban baru yaitu reformasi.

Jauh sebelum bangsa Barat datang di Indonesia telah ada pendidikan yaitu pendidikan di pesantren.

Setelah bangsa barat datang ke Indonesia mereka mendirikan sekolah-sekolah, dikhususkan bagi golongan eropa aristokrat dan Timur Asing.

Baru pada awal abad 20 bangsa Belanda mendirikan sekolah untuk pribumi dimana sekolah-sekolah tersebut dibentuk untuk dipekerjakan sebagai pegawai rendahan, antara pendidikan Barat dan Pesantren ini saling menganggap rendah.

Hal ini membuat K.H Ahmad Dahlan, prihatin yang pada akhirnya beliau mendirikan sekolah kurikulumnya perpaduan antara pendidikan Barat dan Pesantren.

Hingga saat ini perpaduan pendidikan umum dan agama mampu terintegrasi dengan baik dan sudah menjadi kurikulum di setiap sekolah terutama sekolah basis Islam.

4- Nilai Praksis al Islah

Semangat Muhammadiyah, mewujudkan kemaslahatan umum menjadi karakter organiasi perserikatan. Etos membangun telah menjadi urat nadi Muhammadiyah di berbagai pelosok negeri.

Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya.

5. Spirit Taawun

Spirit ini mengindikasikan bahwa semua elemen bangsa baik di pemerintahan maupun masyarakat yang lebih luas, dilarang memproduksi konten-konten yang berisi kebencian dan permusuhan.

Perpecahan elemen bangsa akibat ulah segelintir orang hanya akan menjerumuskan negeri ini pada kehancuran.

Dengan spirit tersebut Muhammadiyah sangat berperan penting mewujudkan persaudaraan demi kemaslahatan bersama.

6. Nilai Praksis al Maun

Dengan menghadirkan amal-amal nyata yang melembaga.

Artinya, memberikan akses kesehatan bagi siapapun tanpa memandang latar belakang agama, ras, suku, dan golongan manapun.

Selama ini QS. Al Maun yang bergerak dalam kesadaran sosiologis tidak berdampak nyata kecuali mendapat pahala bagi yang membacanya.

7. Nilai Praksis al Umran

Semangat menghasilkan usaha-usaha untuk membangun kemakmuran umat dan masyarakat luas.

Nilai ini menurut Haedar Pemimpin Pusat Muhammadiyah berarti ingin memakmurkan masyarakat lewat jalur kesehatan yang mudah diakses.

Kesehatan fisik dapat menjadi modal utama dalam melakukan perubahan di tubuh masyarakat, dan kemakmuran memberikan daya tawar untuk berkompetisi dengan bangsa lain.

Itulah, Peran Muhammadiyah, Memadukan Pendidikan Barat dan Agama. Selamat Milad Muhammadiyah ke-109. Semoga bermanfaat.(hi/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *