• Sabtu, 25 Juni 2022

Demi Eksistensi Wa'u, Kupas Tuntas Sistem Kawing Lili di Manggarai

- Rabu, 18 Mei 2022 | 18:06 WIB
Demi Eksistensi Wa'u, Kupas Tuntas Sistem Kawing Lili di Manggarai (Selebgram NTT)
Demi Eksistensi Wa'u, Kupas Tuntas Sistem Kawing Lili di Manggarai (Selebgram NTT)

UNEWS.ID - Bagi masyarakat Manggarai pernikahan memiliki arti prestise dan sakral.

Setiap laki-laki dewasa dan dipandang matang secara fisik di Manggarai jika dituntut harus menentukan calon pendamping hidupnya dan menikah.

Sejak ratusan tahun lalu, nenek moyang Manggarai menjadikan pernikahan sebagai sarana untuk meningkatkan status sosial.

Baca Juga: Uniknya Tradisi Kawin Culik dari Suku Sasak. Simak Penjelasannya!

Selain status sosial, perkawinan adalah jalan untuk memepertahankan garis keturunan atau biasa disebut Wa'u dalam adat Manggarai.

Mempertahankan garis Wa'u adalah perkara wajib yang tidak mengenal tawal menawar. Menariknya, jika anak yang lahir dari pernikahan adalah perempuan terdapat sistem adat yang mengharuskan seseorang untuk Kawing Lili (menikahi janda).

Melansir dari jaringan Unews - floreseditorial.com, Nenek moyang orang Manggarai (Enpo) zaman dulu, bahkan bisa memiliki istri lebih dari satu (Poligami) jika istri pertama tak kunjung melahirkan anak.

Baca Juga: Makna Tersembunyi Desain Rumah Adat Limbungan dari Suku Sasak Lombok Timur

Jika sang isteri melahirkan anak perempuan semua maka sang suami boleh mengambil istri baru hingga anak laki-laki yang didambakan itu diperoleh.

Halaman:

Editor: Bambang Eko W

Sumber: Flores

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X