Pendidikan Berbasis Multikultural

  • Bagikan
IMG 20211017 114515
Ilustrasi pendidikan multikulturalisme, sumber foto edukasi Kompas

Unews.idPendidikan Berbasis Multikultural. Pendidikan merupakan suatu cara untuk mengidentifkasi diri mencetak manusia insan akademis, pencipta dan pengabdi sehingga dapat memanusiakan manusia dengan bekal iman, ilmu dana amal.

Sementara multikultural dapat diartikan kenaekaragaman dalam suatu masyarakat (plural) dan menjungjung tinggi adanya perbedaan didalamnya baik RAS, Agama, Pandangan, Politik, dan segala macam lainnya.

Dalam pendidikan multikultural pada prinsipnya mengajarkan kepada masyarakat untuk menjaga harmoni hubungan antara manusia meskipun berbeda-beda secara kultural, etnik, agama dan yang lainnya.

Pendidikan Berbasis Multikultural

Perbedaan di masyarakat dijadikan sumber kekuatan oleh bangsa sehingga dalam rangka memanusiakan manusia tidak melihat latar belakang maupun dari mana golongan mereka berasal.

Dalam buku Nurani Somoyati yang berjudul pendidikan dalam berpespektif globalisasi, mengatakan multikultural menekankan terhadap kesetaraan budaya, aliran, suku, maupun etnis dalam konteks sosial sebagai manifestasi penanaman nilai-nilai multikultural untuk menciptakan keadilan di masyarakat.

Perbedaan dari segi apapun khususnya dalam agama yang sama seperti misalnya aliran-aliran yang terdapat di masyarakat itu akan tetap dikembangkan dengan baik tanpa diskriminasi dengan catatan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

Multikultural adalah sistem keyakinan dan perilaku yang mengakui dan menghormati kehadiran semua kelompok yang beragam dalam suatu organisasi atau masyarakat, mengakui sosial-budaya berbeda, dan mendorong atau memungkinkan kontribusi melanjutkan mereka dalam konteks budaya inklusif memberdayakan semua dalam organisasi masyarakat.

Pendidikan Berbasis Multikultural

Pembelajaran multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui, menerima, dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia.

Pendidikan Multikultural adalah pendidikan mengenai keberagaman kebudayaan dalam merespon perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau dunia secara keseluruhan.

Istilah pendidikan multikultural (Multicultural Education) dapat digunakan baik pada tingkat deskriptif dan normatif yang menggambarkan isu-isu dan masalah pendidikan yang berkaitan dengan masyarakat multikultural.

Andersen dan Crusher (1994) menyatakan bahwa multikultural adalah pendidikan mengenai keberagaman kebudayaan. Keragaman budaya menjadi sesuatu yang harus dipelajari dan yang harus diperhatikan dalam pembuatan kurikulum di sekolah.

Konsep pendidikan multikultural bagi negara-negara yang menganut konsep demokratis seperti Amerika Serikat dan Kanada, telah melaksanakan dalam upaya melenyapkan diskriminasi rasial antara orang kulit putih dan kulit hitam, bertujuan memajukan dan memelihara integritas nasional.

Sementara Indonesia merupakan negara demokratis, sehingga konsep pendidikan multikultural juga dapat diterapkan.

Menurut Taylor, pendidikan multikultural merupakan sikap peduli dan mau mengerti atau politik pengakuan terhadap orang-orang dari kelompok minoritas.

Dengan demikian, pendidikan multikultural merupakan suatu tuntutan yang tidak dapat ditawar di dalam membangun Indonesia baru. Namun, pendidikan multikultural memerlukan kajian yang mendalam mengenai konsep dan pelaksanaannya, karena Indonesia merupakan masyarakat yang pluralitas dan multikultural yang tidak mungkin dibangun tanpa adanya manusia yang cerdas dan bermoral sebagai tujuan bernegara.

Paradigma multikultural yang marak didengungkan sebagai langkah alternatif dalam rangka mengelola masyarakat multikultur seperti Indonesia tampaknya menjadi wacana belaka.

Gagasan ini belum mampu dilaksanakan oleh masyarakat maupun pemerintah dalam tindakan praksis. Dalam melaksanakan pendidikan multikultural, mesti dikembangkan prinsip solidaridaritas, yakni kesiapan untuk berjuang dan bergabung dalam perlawanan demi pengakuan perbedaan yang lain dan bukan demi dirinya sendiri.

Itulah Pendidikan Berbasis Multikultural yang harus ditanamkan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebab Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman sehingga Pendidikan Multikultural dapat menciptakan pola pikir dan sikap yang moderat bagi siswa atau guru. (hi/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *