• Kamis, 1 Desember 2022

Miris! Tragedi Kanjuruhan Buat Bocah 11 Tahun Ini Jadi Yatim Piatu, Kedua Orang Tua Tewas

- Senin, 3 Oktober 2022 | 22:00 WIB
Foto: Muhammad Alfiansyah (tengah) bersama kedua neneknya. Korban tragedi Kanjuruhan  (Antara)
Foto: Muhammad Alfiansyah (tengah) bersama kedua neneknya. Korban tragedi Kanjuruhan (Antara)

UNEWS.ID - Tragedi Kanjuruhan yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir ricuh. 

Pertandingan Sepak Bola Akbar dalam lanjutan BRI Liga 1 2022 di Indonesia itu berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Jawa Timur pada Sabtu 01 Oktober 2022.

Ulah suporter Aremania saat timnya tidak terima kalah 3-2 dari Persebaya, membuat suporter Singo Edan itu turun ke lapangan sehingga mengakibatkan bentrok dengan aparat kepolisian. 

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Berdarah, PB HMI Desak Menpora RI dan Ketua Umum PSSI Mundur

Akibat bentrokan dengan aparat itu membuat pihak kepolisian mengeluarkan gas air mata, sehingga Aremania berlarian dan berdesakan-desakan bahkan banyak yang terinjak-injak. 

Polisi berlasan mengeluarkan gas air mata karena suporter Aremania anarkis meski menggunakan gas air mata dilarang oleh Fifa. 

Sebanyak ratusan suporter lebih korban tewas menyisakan duka mendalam bagi banyak orang, salah satunya bocah 11 tahun yang seketika jadi yatim piatu.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Telan Ratusan Korban Jiwa, PMII Cabang Pamekasan Desak Kepolisian Usut Tuntas

Ia dalah M. Alfiansyah, bocah 11 tahun ini harus menjadi yatim piatu karena ayahnya M. Yulianto (40).

Halaman:

Editor: Bambang Eko W

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X