Kampus dan Mahasiswa di Tengah Pandemi

  • Bagikan
Kampus dan Mahasiswa di Tengah Pandemi - sumberfoto: solopos.com
Kampus dan Mahasiswa di Tengah Pandemi - sumberfoto: solopos.com

Unews.id – Istilah kampus sering kita dengar dan menjadi bahasa familiar yang pasti tidak asing lagi di mata masyarakat. Bahkan kampus itu sendiri, dianggap miniature negara karena tranformasi akademik maupun metodologi dan tingkatan di dalamnya yang berbeda dengan tingkatan sekolah menengah ke bawah.

Rokcy Gerung, seorang akademisi dan seorang intelektual publik, mengatakan bahwa kampus merupakan pusat akal sehat manusia. Artinya, bagaimana kampus dapat berfungsi untuk mencetak manusia yang memiliki nilai akademis, pencipta dan pengabdi dalam mewujudkan masyarakat madani (civil society)

Kampus juga bisa dikatakan sebagai tempat kebutuhan pokok manusia setelah makan dan minum, menunjang manusia dalam memenuhi hajat membentuk pola pikir dan perilaku manusia bermanfaat dan berguna untuk bangsa dan agama.

Kampus, dan Mahasiswa di Tengah Pandemi

Baca Juga: 7 Tips Meningkatkan Baca, Dijamin Hobi

Diera globalisasi saat ini, banyak pola-pola perubahan dalam tatanan sosial termasuk pendidikan itu sendiri. Perubahan tersebut ditandai dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang pesat menjadi warna kemajuan dalam dunia pendidikan.

Selain itu, perubahan juga ditandai semenjak munculnya pandemi Covid 19 yang dalam hal ini sangat berdampak terhadap dunia pendidikan itu sendiri meski dampak akibat pandemi menciptakan wajah adaptasi baru dalam ruang digitalisasi karena segala proses pembelajaran sudah serba tekhnologi.

Selain dampak negatif yang muncul karena kurang kesiapan dalam menjawab pola perubahan baru dengan cepat. Dampak posifi dunia pendidikan juga dapat dilihat bagaimana masyarakat dituntut agar dapat melek teknologi untuk dapat beradaptasi sehingga konsumsi masyarakat dalam pendidikan melalui tekhnologi semakin tinggi.

Baca Juga: Kumpulan Twibbon Lulus PPPK, 2021

Era globalisasi memang ditandai dengan meningkatnya teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi para aktor dalam dunia pendidikan, seperti dosen dan mahasiswa mudah mengakses ilmu pengetahuan dari berbagai referensi yang dapat diperoleh dari internet maupun sarana dan prasarana dalam penyambung pendidikan yang mudah terfasilitasi dengan produk media yang dihasilkan.

Terlebih ditengah pandemi sudah tidak dipungkiri bahwa pola adaptasi baru dalam dunia pendidikan lebih beralih ke dalam jaringan (daring). Kendati demikian dengan segala kemudahan, terutama bagi mahasiswa menjadi tantangan sendiri bagaimana mampu dan peka terhadap segala informasi dan kritis dalam membangun paradigma di abad digitalisasi.

Terkadang mahasiswa terjebak dengan percikan globalisasi seperti budaya hedonis, budaya konsumtif maupun budaya malas sehingga gerak reaktualisasi hilang. Akibatnya kampus tidak dapat memberikan fungsi terhadap dirinya sebagai reaktualisasi dalam berfikir.

Baca Juga: Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi 1 Nilai Ambang Batas Seleksi PPPK 2021

Finley Fater Dunoe mengatakan, kita bisa mengantar orang memasuki universitas, tapi belum tentu bisa membuatnya berfikir. Bahkan bagi mahasiswa saat ini, menikmati dunia pendidikan ditengah pandemi menuntut kita bersama aktif dengan menjemput media yang dapat menghubungkan mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Kampus, dan Mahasiswa di Tengah Pandemi

Menggantungkan harapan dapat ilmu dari kampus terutama kelas sulit efektif mengingat beberapa kajian yang dilakukan penulis banyak menemukan problematika baru yang terjadi akibat pandemi, seperti tidak efektifnya pembelajaran daring, keterbatasan ruang pembelajaran, kesiapan yang kurang baik dalam menjawab pembelajaran digital maupun problematika lainnya.

Kondisi inilah yang membutuhkan peran kita bersama, baik pemerintah, masyarakat maupun mahasiswa itu sendiri. Karena peran penting mahasiswa ditengah krisis akibat pandemi masih sangat dibutuhkan, mengingat problem akibat pandemi tidak hanya membuat stagnasi dalam dunia pendidikan tapi juga ekonomi, hukum, moralitas maupun lainnya.

Masyarakat sekarang lebih diarahkan sebagai pengguna teknologi seperti smartphone dan bagaimana kontribusi mahasiswa dalam memberikan produksi maupun distribusi berita yang positif dan mengedukasi.

Seperti yang berhubungan dengan karya ilmiah mahasiswa yang dapat dipublikasikan ke dalam karya seperti karya ilmiah baik berbentuk jurnal, artikel, ataupun suara mahasiswa melalui opini dimedia sosial maupun sarana lain baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk video.

Bangsa Indonesia dalam menuju peradaban sangat membutuhkan gagasan brilian yang dimiliki mahasiswa untuk menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara dimana harus mampu terbuka, adil, dan bertanggung jawab.

Tentu saja hal ini menjadi sangat urgent bagi seorang mahasiswa ditengah pandemi untuk semakin menghidupkan budaya yang berkaitan dengan intelektual. Ide dan gagasan dari hasil diskusi, membaca buku kemudian menulis hasil riset di lapangan meski secara kecil-kecilan, masih menjadi senjata ampuh bagi mahasiswa.

Gelar mahasiswa itu sendiri menjadi logika pendidikan sebagai agen perubahan ditengah masyarakat. Logika pendidikan juga harus beriringan dengan logika masyarakat bahwa mahasiswa adalah sebagai harapan bangsa.

Jangan sampai masyarakat berpresepsi mahasiswa sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi, sehingga dipandang sebelah mata. Akibatnya peran aktualisasi membangun masyarakat madani (social society) menjadi sulit.

Dengan lebih dialihkan kedalam jaringan (daring), bagaimana peran mahasiswa seperti mendorong kesadaran pemerintah untuk bersungguh-sungguh mengusahakan perbaikan nasib bangsa, mereduksi egoisme kelompok dan arogansi individual, membangun gerakan produktif, perhatian yang serius terhadap aspek pendidikan, moral religius, memproduksi berita positif di media sosial, dan lain sebagainya, sesuai dengan tupoksi mahasiswa itu sendiri, sehingga menjadi tanggung jawab narasi yang harus diejawantahkan.

Untuk itu konsepsi-konsepsi mahasiswa yang siap operasional dalam menjawab tantangan pendidikan ditengah pandemi menjadi prioritas utama. (hf/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *