Inilah 4 Tahapan Budidaya Tanaman Lamtoro

  • Bagikan
Khasiat Tanaman Lamtoro Sebagai Tanaman Obat
Lamtoro (Istimewa)

Unews.idTanaman Lamtoro (Leucaena leucocephala) lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia, dengan nama Petai Cina. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, mulai dari pakan ternak, bahan bangunan, obat herbal, kayu tanaman dijadikan mebel, kayu bakar, hingga bahan baku pembuatan arang.

Sistem perakaran tanaman Lamtoro cukup dalam, mampu beradaptasi di lahan kering. Tanaman ini dapat dijadikan sebagai tanaman penahan erosi.

Pertumbuhan tanaman relatif cepat. Tanaman bisa tumbuh setinggi 10-18 meter, dalam jangka waktu 3-5 tahun. Lamtoro tahan terhadap pemangkasan berat.

Inilah 4 Tahapan Budidaya Tanaman Lamtoro

Banyaknya fungsi dan tanaman membuat sebagian petani tertarik membudidayakannya. Proses budidaya diawali dengan menyemai benih lamtoro yang bagus.

Baca Juga: Pulutan, Tanaman Liar Penuh Manfaat

Tahapan Budidaya Tanaman Lamtoro

1. Penyemaian Benih

Benih merupakan biji tanaman yang sudah tua, berwarna kecokelatan gelap, berukuran sedang dan besar. Biji yang akan disemai atau dilukai (diskarifikasi) dengan cara digosokkan dengan kertas pasir, dicuil dengan gunting kuku.

Selanjutnya, benih ditanam pada media semai terdiri atas campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 1:1:3. Media tanam tersebut dimasukkan ke gelas plastik bekas yang sudah diberi lubang pada bagian bawahnya. Media semai harus disimpan ditempat yang teduh.

Anda juga dapat menyemai benih secara langsung di bedengan atau disemai langsung dalam lubang tanam pada lahan. Penyemaian yang dilakukan di bedengan dapat menghasilkan bibit tanaman yang rapi, berseragam dan perawatannya mudah.

Baca Juga: 3 Jenis Kelompok Makanan Hewan, Berikut Ciri-cirinya

Inilah 4 Tahapan Budidaya Tanaman Lamtoro

2. Perawatan Selama Masa Penyemaian

Benih yang sedang disemai, harus disiram dua kali sehari pada musim kemarau. Berikan pemupukan setelah tanaman berumur 20 hari dengan pupuk NPK 100 gram, dilarutkan dengan 10 liter air. Frekuensi pemupukan menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman atau ketika daun tanaman terlihat memudar.

Lakukan penyiangan pada gulma yang tumbuh di sekitar tanaman karena anakan Lamtoro yang sudah berumur 50-60 hari tidak tahan terhadap persaingan. Penyiangan harus dilakukan secara hati-hati menggunakan alat sederhana agar tidak melukai sistem perakaran tanaman.

3. Pengendalian Hama

Tanaman Lamtoro sangat rawan diserang hama kutu loncat. Hama tersebut biasanya menyerang pada pertengahan dan akhir musim hujan. Hama kutu loncat dapat diatasi dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Domethoate dan sudah bisa diberikan saat tanaman berumur 3 minggu dan saat tanaman berumur 3-4 bulan.

4. Pemindahan Tanaman

Tanaman Lamtoro sudah bisa dipindahkan setelah akar tanaman keluar dari lubang kokeran atau setelah tanaman tumbuh setinggi 26 cm. Biasanya, tanaman tersebut sudah berumur lebih dari 35 hari. Lakukan penyiraman untuk mengurangi tanaman agar tidak mudah stres.

Inilah 4 Tahapan Budidaya Tanaman Lamtoro yang bisa kami ketengahkan kepada sobat Unews.id. Semoga bermanfaat. (rz/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *