Habitat Status Kelangkaan Pohon Ketapang Tercatat di IUCN Red List

  • Bagikan
ketapang
Pohon Ketapang (Istimewa)

Unews.id – Pohon ketapang merupakan salah satu jenis tanaman berkayu yang cukup dikenal oleh kalangan masyarakat Indonesia. Pohon yang tumbuh rindang ini, seringkali ditanam tepat di halaman rumah atau sepanjang jalan sebagai tumbuhan peneduh.

A. Habitat

Habitat tumbuh paling optimal pohon ketapang adalah lingkungan pesisir pantai. Oleh sebab itu tanaman ini juga biasa disebut sebagai tumbuhan pinggir pantai atau ketapang laut. Akan tetapi sebenarnya ketapang juga mempunyai kemampuan untuk beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan.

Kawasan yang berada pada ketinggian antara 400 meter di atas permukaan laut merupakan lokasi paling cocok untuk menanam pohon ketapang. Apalagi jika didukung dengan curah hujan rata-rata 1000 sampai 3500 mm per tahun pada rentang bulan kering, yaitu selama enam bulan.

Pohon ketapang akan menggugurkan daunnya sebanyak dua kali dalam satu tahun. Hal itu dilakukan sebagai upaya bertahan hidup saat musim kemarau yang kering. Lalu ketika musim penghujan tiba, maka secara perlahan-lahan pohon peneduh ini akan kembali mengeluarkan kuncup daunnya.

B. Asal & Sebaran

Ketapang disebut-sebut sebagai salah satu tanaman asli dari Asia Tenggara. Pendapat ini cukup kuat jika melihat bahwa lingkungan yang paling cocok untuk pertumbuhan ketapang adalah kawasan beriklim tropis. Akan tetapi di Indonesia pohon ini cukup jarang dijumpai di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Berawal dari wilayah Asia Tenggara, pohon ketapang kemudian menyebar ke berbagai kawasan lainnya, seperti bagian utara Australia, Polinesia, India, Pakistan dan Madagaskar, kemudian tersebar ke Benua Afrika bagian timur dan barat, hingga akhirnya mencapai Benua Amerika bagian selatan dan tengah.

C. Status Kelangkaan

Tanaman peneduh telah tercatat di dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List. Status yang diberikan untuk tanaman ini adalah Least Concern (LC) yang berarti setelah dilakukan penelitian tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa pohon ketapang masuk sebagai flora terancam.

Status tersebut ditetapkan pada tahun 2018 dan telah diperbaharui pada tahun 2019. Selain itu, status Least Concern diberikan karena populasi ketapang masih stabil. Hal ini cukup sepadan dengan tingkat persebarannya yang nyaris dapat dijumpai di seluruh dunia. (rz/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *