Buah Siwalan di Madura

  • Bagikan
Buah Siwalan Di Madura
Siwalan dalam bahasa madura disebut ta'al, //Sumber foto: Gayatempo.com

Unews.id. Buah Siwalan di Madura. Buah adalah makan kesukaan setiap orang. Selain memilik banyak khasiat, buah juga cocok untuk kita konsumsi setiap harinya.

Memiliki hanya dua musim saja menjadikan geografis Indonesia mampu menghasilkan berbagai macam buah-buahan. Dari berbagai penelitian, pohon tumbuh dan menghasilkan buah lebih banyak dan cepat berkembang di daerah dengan dua musim saja, hujan dan kemarau

Indonesia memenuhi syarat tersebut. Musim hujan dan musim panas membantu masyarakat mendapatkan hasil pertanian dari buah-buahan sesuai dengan musim yang ada.

Buah Siwalan di Madura

Ketika musim hujan tiba, biasanya para petani buah sudah mempersiapkan bibit untuk dikembang biakkan. Begitupun sebaliknya saat datang musim panas.

Baca Juga: Lima Wisata Ini Belum Banyak Orang Tahu

Siwalan merupakan satu jenis tumbuhan yang hidup di beberapa daerah saja. Lontar (nama lain siwalan) adalah sejenis palma yang tumbuh di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di banyak daerah, pohon ini juga dikenal dengan nama-nama yang cukup berbeda seperti lonta (Minangkabau), ental (Sd., Jw., Bali), ta’al (Madura.), dun tal (Sas.), jun tal (Sumbawa), tala (Sulsel), lontara (Toraja), lontoir (Ambon), koli (maluku Tenggara). Juga manggita, manggitu (Sumba) dan tua (Timor).

Pohon ini terutama tumbuh di daerah-daerah kering. Di Indonesia, siwalan tumbuh di bagian timur pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Buah Siwalan Di Madura

Buah Siwalan ternyata juga bisa hidup di dua musim. Musim panas dan kemarau, buah ini bisa berkembang biak di kedua musim tersebut.

Jawa timur merupakan kawasan paling potensial memproduksi buah Siwalan. Utamanya masyarakat Madura, memiliki banyak cara memproduksi olahan berbahan utama buah ini.

Siwalan merupakan buah dengan kalori rendah. Kandungan yang terdapat di dalamnya antara lain, 43 kalori setiap 100 gram, 11 gram karbohidrat, serta kaya dengan kalsium dan fitonutrisi. Buah ini juga mengandung serat, protein, zat besi, serta vitamin C, A, E, K, dan B7.

Baca juga: Mitos Dan Fakta Lintah Dalam kangkung

Di Madura banyak masyarakat menjadikan Siwalan sebagai salah satu bisnis untuk meningkatkan ekonomi mereka. Sejauh ini, siwalan hanya diproduksi dengan cara diambil buahnya saja.

Di beberapa daerah lain, seperti di Nusa Tenggara Barat sebagai kawasan kering yang juga ditumbuhi tanaman ini, sebagian penduduknya membuat kuliner menggunakan siwalan menjadi beberapa varian. Antara lain keripik siwalan, siwalan goreng dicampur tepung.

Saat ini siwalan tetap menjadi andalan khususnya masyarakat Madura untuk meningkatkan ekonomi, sebagai kudapan, oleh-oleh ke sanak sodara.(Af/Yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *