Bahaya Mematikan di Balik Keindahan Gurita Cincin Biru

  • Bagikan
blueringedoctopus
Gurita Cincin Biru (Istimewa)

Unews.id – Dilihat dari penampilannya, gurita cincin biru (Hapalochiaena) selalu berhasil menarik perhatian orang-orang yang melihatnya. Ukurannya tidak lebih besar dari telapak tangan manusia, tapi sebenarnya biota laut ini sangat berbahaya dan mematikan. Jadi, kalau Anda menemukannya di lautan atau di pantai, sebaiknya jangan memegang gurita ini apalagi sampai mengambilnya.

Gurita cincin biru memiliki racun yang 1.000 kali lebih kuat daripada sianida. Racun berasal dari air liur gurita. Kandungan racun tersebut bisa membunuh hingga 26 manusia dewasa dalam waktu beberapa menit. Gurita ini akan memasukkan racunnya dengan menggigit mangsa atau lawannya. Saat mengigit, gigitan biota ini memang tidak menimbulkan rasa sakit sehingga korbannya sering tidak sadar digigit oleh biota yang terlihat indah ini.

Efek setelah digigit dapat langsung dirasakan setelah beberapa detik gurita menggigit. Racun tersebut akan melumpuhkan sistem pernapasan. Racun yang dimiliki gurita ini berguna untuk membunuh mangsanya.

Ukuran gurita cincin biru ini tidak lebih dari 5—15 cm, terkadang tubuhnya berwarna sangat kuning dengan corak bulatan atau garis biru terang di seluruh tubuhnya. Warna garis dan cincin biru tersebut akan tampak jelas ketika gurita akan menyengat lawannya. Warna tersebut menjadi pertanda bagi lawannya untuk menjauh. Mekanisme pertahanan diri ini disebut aposemastisme.

Gurita dengan racun yang mematikan ini lebih senang menghabiskan waktu di celah-celah karang. Habitatnya di perairan dangkal dan sering ditemui di laut Australia dan negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Racun yang dihasilkan oleh gurita cincin biru ini disebut tetrodotoxin atau TTX. Pada kasus yang parah, racun tersebut bisa melumpuhkan manusia dalam waktu 30 menit. Kelumpuhan otot tersebut akan menjalar ke otot paru-paru sehingga membuat korban kesulitan bernapas dan mengalami kekurangan oksien sehingga bisa mengakibatkan kematian.

Reaksi yang timbul pada tubuh bergantung pada jumlah cairan racun yang masuk ke tubuh. Efek gigitan tersebut dapat berkembang pesat dalam kurun waktu 10 menit.

Namun tenang saja, sebenarnya gurita jarang menyengat manusia jika tidak diganggu. Selain itu, gurita cincin biru termasuk hewan nokturnal yang aktif pada malam hari untuk berburu.

Oleh karena itu, Anda tidak disarankan mengganggu habitat gurita yang berada di celah-celah karang atau sampah yang ada di sekitar pantai.

Jadi untuk sahabat-sahabat Unews, jika Anda bertemu dengan biota yang satu ini, sebaiknya amati dari jauh saja dan jangan menyentuhnya. (rz/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *