5 Jenis Suara Unik Burung Pleci

  • Bagikan
5 Jenis Suara Unik Burung Pleci
5 Jenis Suara Unik Burung Pleci (Istimewa)

Unews.id, 5 Jenis Suara Unik Burung Pleci. Suara menjadi faktor penting dan syarat utama burung kicau berkualitas. Namun, tahukah Anda, jenis suara burung pleci itu bervariasi. Si mungil pleci memiliki variasi suara sebanyak lima jenis sesuai dengan tahapan umurnya, simak ulasan lebih detailnya di bawah ini.

5 Jenis Suara Unik Burung Pleci

1. Nada panggil

Suara burung pleci ini digunakan untuk memanggil pasangannya atau koloninya. Suara nada panggil ini biasanya terdengar seperti “ciew….ciew.. atau cuit…cuit”.

Baca Juga: Warnanya Indah Memukau, Jenis Lovebird Ini Tak Pernah Kehabisan Penggemar

2. Ngeriwik

Pada tahap ini, burung pleci mulai mengulang-ulang lagu yang menjadi masterannya dengan volume rendah atau pelan. Paruh burung akan terlihat setengah terbuka dan suaranya masih tertahan di tenggorokan. Lagu yang dimainkan oleh pleci umumnya berasal dari pemasteran alami/buatan yang terekam di otaknya.

Pada tahap ini, suara burung pleci masih belum terlalu jelas. Pada fase ngeriwik, biasanya burung pleci terlihat menggeleng-geleng, hobiis burung menyebutnya sebagai teler.

3. Ngeriwik kasar

Pada fase ini, burung sudah mulai memainkan ulang lagu dan isian dengan volume yang lebih besar. Paruh burung mulai terbuka sehingga pleci sudah tidak menahan kicauannya di tenggorokan. Suaranya sudah dikeluarkan karena paruhnya terbuka.

Baca Juga: Berikut Jenis Lovebird, Mudah Dikembangbiakkan

Pada tahap ini, pleci sudah mulai mapan dan birahi. Ngeriwik kasar dikeluarkan burung ketika didekatkan dengan pleci lain. Isian suaranya biasanya seperti ciblek, prenjak, kenari, gelatik, wingko, dan kolibri.

4. Ngeplong

Pada tahap ini, suara kicauan burung lebih bervariasi dan lantang dengan volume yang lebih besar. Hal ini karena pleci sudah membuka paruhnya secara menyeluruh.

Pada fase ini, pleci menghasilkan beberapa kategori suara. Pertama, ngalas yang berarti melagukan suara kicauan asli seperti di habitat aslinya. Kedua, ngeplong yang berarti berisi berbagai isian yang bukan suara aslinya.

5. Ngerol

Pada tahap ini, kicauan pleci cukup tinggi. Pleci mulai membawakan suara ngeplong baik standar, semi-isian, maupun full-isian secara sambung-menyambung dan random.

Terkadang, suara ngeroll diiringi dengan berbagai suara isian dengan volume naik turun yang lantang. Suara yang dikeluarkan pada tahap ini dapat terdengar dari jarak puluhan meter. (val/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *