4 Objek Wisata Bersejarah di Ujung Timur Pulau Madura, Area Kota Sumenep

  • Bagikan
4 Objek Wisata Bersejarah di Ujung Timur Pulau Madura Lokasi Seputaran Kota Sumenep
4 Objek Wisata Bersejarah di Ujung Timur Pulau Madura, Lokasi Seputaran Kota Sumenep - Unews.id

Unews.id4 Objek Wisata Bersejarah di Ujung Timur Pulau Madura, Area Kota Sumenep. Kota Sumenep, dianugerahi dengan aneka ragam wisata religi dan peninggalan-peninggalan bersejarah sebagai salah satu bukti keesaan sang ilahi yang telah memberikan cahaya kehidupan berarti terhadap tanah subur ujung paling timur Pulau Madura.

Kota kecil nan bersahaja ini, dititisi dengan ragam objek pesona alam wisata dan budaya sejarah lokal bernuansakan islami menjadikan salah satu Kota Berlambang Kuda Terbang ini, kerap disinggahi berbagai pelancong/wisatawan dari dalam (lokal) maupun luar daerah dan bahkan luar negeri.

Para pendatang hulu lalang menelisik aneka budaya lokal terpendam, mengenal peninggalan-peninggalan sejarah dan merasakan pesona surga alam permai yang tak kalah menarik dengan beragam objek wisata lainnya.
Oleh sebab itu, tim redaksi Unews.id, kali ini begitu menggeliyat menorehkan cerita singkat selama berpetualang menikmati 4 Objek Wisata Bersejarah di Ujung Timur Pulau Madura, Area Kota Sumenep yang patut dinikmati dan ditelisik secara mendalam.

Objek Wisata Bersejarah di Sumenep

Berikut 4 Objek Wisata Bersejarah di Sumenep Madura

4 Objek Wisata Bersejarah di Ujung Timur Pulau Madura, Area Kota Sumenep

Masjid Jamik Masjid Agung Sumenep
Masjid Jamik (Masjid Agung Sumenep)

1. Masjid Jamik (Masjid Agung Sumenep)

Masjid Jamik (Masjid Agung Sumenep) berlokasikan di Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur. Masjid ini menempati posisi nomor wahid lantaran salah satu tempat ibadah umat muslim, sudah terkenal di seantero jagad Nusantara dan sudah tercatat sebagai salah satu masjid bersejarah tertua di Bumi Zamrud Khatulistiwa.

Bagi masyarakat sekitar, Wisata Sumenep masjid yang satu ini, sangat akrab dipanggil dengan sebutan masjid jamik (Masjid Panembahan Sumolo) berlokasikan di jantung Kota berdekatan dengan Taman Bunga Sumenep.

Berdasarkan catatan peninggalan bersejarah, Masjid Agung Sumenep memiliki desaign arsitektur unik dan khas Nusantara. Proses penggarapan dilakukan sejak masa pemerintahan Panembahan Somala (Penguasa Sumenep) pada tahun 1779 – 1787 Masehi, digagas oleh arsitek kenamaan kala itu, bernama Lauw Piango.
Bangunan bersejarah ini merupakan salah satu gedung pendukung Karaton Sumenep, yang dijadikan sebagai tempat ibadah bagi keluarga petinggi/karaton dan masyarakat sekitar.

Namun di Kota Sumenep juga memiliki masjid lebih tua dari Masjid Jamik yakni Masjid Laju (berlokasikan belakang keraton) dibangun oleh Kanjeng R. Tumenggung Ario Anggadipa, penguasa Sumenep kala itu, sehingga Masjid Agung Sumenep ini merupakan masjid kedua yang juga dibangun berkat keluarga keraton.

Keraton Sumenep
Karaton Sumenep

2. Karaton/Museum Sumenep
Karaton/Museum Sumenep, berlokasikan tak jauh dari Masjid Agung dan areal Taman Bunga Sumenep, (sekitar 100-300 meter) arah timur. Tepatnya di Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep. Bagi para pecinta religi dan objek wisata lokal. Museum ini hampir tak luput dari sorotan mata tajam saat singgah di tanah Madura, dikarnakan memiliki keunikan tersendiri dan ragam kisah peninggalan-peninggalah benda bersejarah di Sumenep yang diabadikan di tempat ini.

Keraton Sumenep sejatinya merupakan komplek/kediaman para Adipati/raja dan tempat untuk menjalankan laju kepemerintahan, berdesaign unik, sederhana dan mengandung ragam cerita religi dan bersejarah.

Asta Tinggi Sumenep
Asta Tinggi Sumenep

3. Asta Tinggi/Asta Raja
Asta Tinggi/Asta Raja, berlokasikan arah barat dari Masjid Agung atau jantung Kota Sumenep. Terletak di Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep. Sesuai dengan nama yang disandangnya. Asta Tinggi berada di kawasan dataran tinggi. Destinasi wisata religi yang satu ini, juga tak lepas dari tujuan para wisatawan yang datang ke Bumi Madura.

Asta Tinggi sejatinya merupakan peninggalan benda bersejarah/tempat peristirahatan terakhir berwujud komplek penguburan/pemakaman para penguasa/raja, kerabat hingga para keturunan raja-raja/Asta Raja. Desaign Asta tinggi dibangun sekitar tahun 1750 Masehi. Hingga saat ini, Asta Tinggi tak pernah sepi dari sorotan para pengunjung lokal maupun manca yang datang dari berbagai penjuru

Asta Gumuk Sumenep
Asta Gumuk Sumenep

4. Kiai Barambang/Asta Gumuk
Diposisi kelima, dikenal dengan sebutan Kiai Barambang/Asta Gumuk. Berlokasi di Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget arah timur dari beberapa objek wisata sejarah yang sudah dijelaskan di atas. Tempat peninggalan bersejarah ini, sangat dekat dengan lokasi Kecamatan Kota Sumenep, dan bersebelahan dengan Bandara Trunojoyo/Lapangan Terbang yang ada di Sumenep.

Asta Gumuk ini hampir serupa dengan Asta Tinggi yakni merupakan tempat makam/kuburan ulama besar dan penyiar agama islam yang sangat terkenal akan kesaktiannya. Warga setempat menyebut bahwa beliau merupakan Waliyaallah bernama Kiai Ali Barangbang.

Istilah bahasa Barangbang itu sendiri, diambil dari tanah tempat kuburan Kiai Ali disemayamkan pada tahun 1902 H, yakni di Dusun Barangbang. Bagi masyarakat sekitar dan para peziarah yang datang dari berbagai daerah, tempat peninggalan bersejarah yang satu ini merupakan tempat sakral.

Al kisah semasa hidup K. Ali, memiliki kesaktian yang luar biasa di luar naluri kemampuan manusia. Beliau bisa mengajari seekor kera berbicara dan melafalkan kitab suci/mengaji layaknya orang sedang membacakan Al-qur’an pada umumnya.

Itulah ulasan sedikit penggalan cerita singkat kami, selama berpetualang menikmati 4 Objek Wisata Bersejarah di Ujung Timur Pulau Madura, Area Kota Sumenep yang juga patut Anda nikmati dan telisik secara mendalam. (yy)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *