17 November, Simbol Hari Perlawanan Pelajar Internasional

  • Bagikan
IMG 20211116 052318
Ilustrasi Perlawanan Pelajar Internasional-Sumber-Foto-Yakusablogspot

Unews.id17 November, Simbol Hari Perlawanan Pelajar Internasional. Tepat pada tanggal 17 November merupakan peringatan Hari Pelajar Internasional.

Di tahun 2021 ini menjadi simbol sejarah Hari Pelajar Internasional menggema di dunia.

Ada sejarah yang tidak bisa dilupakan untuk dikenang dimana pelajar sebagai subyek pembaharu dieksekusi mati di kamp konsentrasi Nazi tepatanya pada tahun 1939.

Tidak hanya pelajar yang dibunuh namun pengajar sebagai sumber ilmu tewas dieksekusi oleh kelompok penjajahan Nazi.

Sehingga tepatanya pada tanggal 28 Oktober 1939 kaum pemuda, pelajar dan mahasiswa Cekoslovakia menolak penjajahan Nazi Jerman memutuskan menggelar demonstrasi anti fasisme yang dilaksanakan berdasarkan momentum hari kemerdekaan negara tersebut.

Peristiwa tersebut menjadi perlawanan dari segala bentuk penindasan terhadap pelajar maupun pengajar yang mengakibatkan bentrok fisik dan banyak korban berjatuhan.

17 November, Simbol Hari Perlawanan Pelajar Internasional

Berikut sejarah singkat Hari Pelajar Internasional yang dilansir dari berbagai sumber:

17 November, Simbol Hari Perlawanan Pelajar Internasional

Tahun 1933, Adolf Hitler merupakan seseorang yang berkuasa di Jerman. Selama bertahun-tahun negara tersebut mengklaim secara agresif wilayah-wilayah di luar perbatasan sebagai milik German Reich.

Baca Juga: 7 Peninggalan Indonesia di Hari Konferensi Warisan Dunia

Ketika itu Cekoslowakia disebut Protectorate Bohemia serta Moravia. Pada tanggal 28 Oktober 1939, mahasiswa Fakultas Kedokteran Charles University di Praha menggelar demo untuk memperingati 21 tahun kemerdekaan Republik Cekoslowakia.

Namun sayang, demonstrasi tersebut dihadang serta dibungkam secara brutal oleh pasukan Nazi. Kurang lebih sebanyak 15 mahasiswa mengalami luka parah dan salah satu mahasiswa yang terluka meninggal dunia karena luka tembak.

Selanjutnya Adolf Hitler mulai menempati Austria pada tahun 1938. Tak lama dari itu, Cekoslowakia dipaksa untuk menyerahkan sebagian wilayahnya dan wilayah Ceko dibawah kendali Third Reich.

Saat itu, lebih dari 1.200 pelajar dan mahasiswa ditangkap dan dikirim ke kamp-kamp konsentrasi. Tragisnya, 9 mahasiswa dan pengajar dihukum mati tanpa pengadilan pada 17 November di tahun yang sama. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa, para pengajar juga dibunuh dengan sadis karena mereka dianggap sebagai salah satu ancaman yang besar.

Baca Juga: Sejarah Hari Toleransi Internasional, Tepat 16 November Diperingati

Para mahasiswa dan Pengajar yang dieksekusi mati itu adalah:

1- Josef Matoušek, Dosen sejarah yang mengurus pemakaman Opletal

2- Jaroslav Klima, Mahasiswa fakultas hukum sekaligus Ketua Asosiasi Mahasiswa Nasional Ceko di Bohemia dan Moravia yang menuntut pembebasan para mahasiswa yang ditangkap oleh polisi rahasia Nazi Jerman (Gestapo) pada pemakaman Opletal

3- Jan Weinert, Mahasiswa Bohemistik dan Jermanistik yang menuntut pembebasan para mahasiswa juga ditangkap Gestapo pada pemakaman Opletal

4-Josef Adamec, Mahasiswa fakultas hukum sekaligus Sekretaris Asosiasi Mahasiswa Nasional Ceko di Bohemia dan Moravia

5- Jan Černý, Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang menuntut pembebasan mahasiswa ditangkap Gestapo pada pemakaman Opletal

6- Marek Frauwirth, Mahasiswa Fakultas Ekonomi sekaligus pekerja di kedutaan Slovakia di Praha yang diam-diam membuat paspor palsu bagi orang-orang Yahudi yang ingin melarikan diri dari NAZI.

7- Bedřich Koula, Mahasiswa hukum, Sekretaris Asosiasi Mahasiswa Nasional Ceko di Bohemia.

8- Václav Šafránek, Mahasiswa Arsitektur sekaligus Pengurus Arsip Asosiasi Mahasiswa Nasional Ceko di Bohemia dan Moravia.

9- František Skorkovský, Mahasiswa Fakultas Hukum sekaligus Direktur Komite Konfederasi Pelajar Mahasiswa Internasional sekaligus Ketua Departemen Luar Negeri Asosiasi Mahasiswa Nasional Ceko di Bohemia dan Moravia.

Sejatinya, Peringatan Hari Pelajar Internasional pertama kali digelar oleh Dewan Pelajar Mahasiswa Internasional di London, Inggris, pada tahun 1941. Kala itu banyak anggota mereka merupakan para pengungsi.

Kemudian, tradisi ini diteruskan oleh Serikat Mahasiswa Internasional bersama dengan Serikat-serikat Mahasiswa Nasional di Eropa. Hingga sekarang tradisi itu sudah menjadi simbol di kalender masehi dengan sebutan Hari Pelajar Internasional.

Itulah, 17 November, Simbol Hari Perlawanan Pelajar Internasional. Semoga sejarah singkat ini bermanfaat.(hi/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *