Filsuf Aristoteles dan Pemikirannya

  • Bagikan
IMG 20211020 125952
foto aristotels, sumber foto idn times

Unews.idFilsuf Aristoteles dan Pemikirannya. Sungguh luar biasa para tokoh-tokoh Filsuf Barat yang memberikan pengaruh luar biasa terhadap akal sebagai pola pikir maju terhadap dunia. Kita tidak perlu menutup diri untuk mempelajari para Filsuf Barat dengan mengambil nilai guna maupun nilai moral untuk kebaikan cara berfikir dalam literatur kehidupan ini. Penulis ingin mengulas secara ringkas tokoh Filsuf pada zaman Yunani kuno yaitu Aristoteles.

Dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh pada pemikiran barat dan keagamaan lain pada umumnya. Penyelerasan pemikiran Aristoteles dengan teologi Kristiani dilakukan oleh Santo Thomas Aquinas di abad ke-13, dgn teologi Yahudi oleh Maimoides (1135-1204), dan dgn teologi Islam oleh Ibnu Rusyid (1126-1198). Maimoides, pemikir paling terkemuka Yahudi abad tengah berhasil mencapai sintesa dgn Yudaisme. Kekaguman orang kepada Aristoteles menjadi sangat tinggi di akhir abad tengah tatkala keadaan sudah mengarah pada penyembahan berhala.

Dalam keadaan itu Aristoteles semacam menjadi lampu penerang dalam membuat perubahan yang berarti di masyarakat untuk tidak terjerumus terhadap penyembahan berhala yang sangat mempercayai mitos maupun nenek moyang masyarakat Yunani kuno di kala itu. Hal tersebut membuat Aristoteles mengumpulkan berbagai tulisan untuk mencari jawaban problem lebih lanjut. Aristoteles tidak sepakat dengan sanjungan membabi buta dari generasi-generasi berikutnya terhadap tulisan-tulisannya.

Filsuf Aristoteles dan Pemikirannya

Biografi Singkat Aristoteles

Aristoteles lahir pada tahun 384 SM di Stagira, sebuah kota di Thrace. Ayahnya meninggal tatkala ia masih amat muda. Ia diambil oleh Proxenus, dan orang ini memberikan pendidikan yang istimewa kepadanya. Tatkala Aristoteles berumur 18 tahun, ia dikirim ke Athena dan dimasukan ke Akademia Plato. Waktu itu memang merupakan kebiasaan orang mengirimkan anaknya ke tempat yang jauh yang merupakan pusat-pusat pengembangan intelektual. Aristoetels adalah murid Plato, mendapat pendidikan yang baik sebelum menjadi filosof. Keluarganya adalah orang-orang yang tertarik ke ilmu kedokteran. Sifat berfikir Saintifik ini besar pengaruhnya pada Aristoteles.

Oleh karena itu, kita menyaksikan Filsafat Aristoteles berbeda warnanya dengan Filsafat Plato; sistematis amat dipengaruhi oleh metode empiris. Aristoteles dalam Filsafat adalah orang pertama di dunia yang membuktikan bahwa dunia itu bulat. Pembuktian yang dilakukan dengan jalan melihat gerhana. Sepuluh jenis kata yang dikenal orang saat ini dengan kata benda, kata sifat, kata benda, dan kata sebagainya, merupakan pembagian kata menurut pemikirannya.

Dengan meninggalnya Plato pada tahun 347 SM, Aristoteles meninggalkan Athena dan mengembara selama 12 tahun. Dalam jenjang waktu itu ia mmendirikan akademi di Assus dan menikah dengan Pyhtias tak lama kemudian meninggal.

Ia lalu menikah lagi dengan Herpyllis yang kemudian memberikan seorang anak laki-laki yang akhirnya ia beri nama Nicomacus seperti ayahnya. Dalam pergaulan tingkat di atas, Aristoteles barangkali lebih berhasil ketimbang gurunya yaitu Plato seperti keberhasilan ini indikatornya diantaranya ia pernah pernah menjadi tutor (guru) Alexander, putra Philip dari Masedonia, seorang diplomat yang ulung dan jenderal yang terkenal. Sebagai guru bagi Alexander, Aristoteles mempunyai pengaruh yang besar terhadap sejarah dunia. Alexander tidak hanya menerima seluruh idea dan rencananya, lebih dari itu juga pola pikirnya.

Pemikiran Aristoteles

Di dalam dunia filsafat Aristoteles terkenal dengan bapak logika. Logikanya disebut logika tradisional karena nantinya berkembang apa yang disebut logika modern. Logika Aristoteles itu sering disebut logika formal. Bila orang-orang Sofis banyak menganggap manusia tidak akan mencapai dengan kebenaran lain kata bagi Aristoteles dalam Metaphysics menyatakan bahwa manusia dapat mencapai kebenaran (mayer:25).

Salah satu teori metafisika Aristoteles yang penting ialah pendapatnya yang mengatakan bahwa matter dan from itu bersatu, matter memberikan sesuatu dan from memberikan pembungkusnya. Setiap objek terdiri atas matter dan from. Jadi, ia telah mengatasi dualisme Plato yang memisahkan matter dan from. Bagi Plato matter dan from berada sendiri-sendiri. Ia juga berpendapat bahwa matter itu potensial dan from itu aksualitas.

Namun ada substansi murni from, tanpa potentiality, jadi tanpa matter, yaitu Tuhan. Aristoteles percaya adanya Tuhan. Bukti adanya Tuhan adalah Tuhan adalah penyebab gerak. Tuhan itu menurut Aristoteles berhubungan dengan dirinya sendiri. Ia tidak berhubungan dengan alam semesta, ia adalah kesemperunaan tertinggi. Ia bukan pesona, ia tidak memperhatikan doa dan keinginan manusia.

Dalam mencintai Tuhan kita jangan berharap bahwa Tuhan akan mencintai kita. Ia adalah kesempurnaan, ucap Aristoteles. Pada Aristoteles kita menyaksikan bahwa pemikiran filsafat lebih maju, dasar-dasar diletakkan. Tuhan dapat dicapai dengan akal.

Jasanya yang besar adalah ketika menolong Socrates dan Plato dalam memerangi kaum Sofis ialah karena bukunya yang menjelaskan palsunya logika yang digunakan oleh tokoh-tokoh Sofisme. Dalam pandangan Aristoteles Filsafat ilmu adalah sebab dan asas segala benda. Filsafat ilmu merupakan ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik dan estetika.

Oleh karena itu ia menamakan filsafat sebagai Theologi. Filsafat sebagai refleksi dari pemikiran sistematis manusia atas realitas dan sekitarnya, tidak berdiri sendiri dan tidak tumbuh di tempat atau ruang yang kosong. Lingkungan keluarga, sosial alam dan potensi diri akan ikut mempengaruhi seseorang dalam melakukan refleksi filsofis.

Oleh karenanya, dalam sejarah ke zaman dgn tema yang berbeda-beda. Selain iitu filsafat Aristoteles bersifat naturalistis karena sifatnya empirisnya. Aristoteles tidak hanya berpatokan terhadap dunia ide melainkan melakukan observasi secara riil di lapangan agar berbanding lurus. Jadi dunia ide (rasional) dan eksperimen riil di lapangan itu adalah senjata Aristoteles dalam dunia pemikirannya.

Itulah sekilas informasi terkait Filsuf Aristoteles dan Pemikirannya. Dengan mempelajari filsusf-filsuf abad lalu di dunia barat diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan mengambil nilai aksiologinya.

Penulis: hanafiEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *