10 Jenis Gulma di Area Pertanian, Berikut Penjelasannya

  • Bagikan
Gulma 1
Gulma (Istimewa)

Unews.id – Di lahan pertanian atau sawah, setidaknya para petani khususnya, harus mengetahui 10 jenis Gulma dan dampaknya pada hasil tani. Berikut penjelasannya :

1. Imperata cylindrica

• Nama Umum : Alang-alang

• Nama Lokal : Eurih (Sunda), Lalang (Jawa),

Deskripsi : Akar rimpang dan menjalar, batang berukuran pendek dan menjulang naik, helaian daun berbentuk garis memanjang seperti pita, lanset, berujung runcing tepi daun kasar dan tajam. Bunga majemuk berbentuk malai sepanjang 6-28 cm dengan anak bulir panjang. Gulma alang-alang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga mudah tumbuh dimana-mana dan menjadi gulma yang merugikan petani.

2. Cyperus rotundus

• Nama Umum : Teki

• Nama Lokal : Jukut Pendul, Teki (Jawa), Mota (Madura)

Deskripsi : Akar serabut dan membentuk umbi, batang tegak berbentuk segitiga, helaian daun terdiri dari 4-10 berjejer pada pangkal batang berbentuk garis, mengelompok dekat pangkal batang dan bunga bulir tunggal dan majemuk. Cyperus rotundus termasuk gulma yang banyak ditemukan di lahan pertanian dan memiliki daya adaptif yang tinggi sehingga gulma ini sulit untuk dikendalikan.

3. Digitaria-sanguinalis

• Nama Lokal : Rumput ceker ayam

• Nama Daerah : Jampang Piit

Deskripsi : Akar serabut, Batang berbentuk pipih dan berongga, daun berbentuk lanse tepian kasar, pelepah daun menyatu pada batang, bunga lengkap dengan 3 benang sari dan 2 putik. Tinggi tanaman dapat mencapai 1-1,2 m. Biasanya gulma ini banyak dijumpai di pematang sawah, pinggir jalan atau hutan sekunder. Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah dan penahan erosi tanah.

4. Setaria-plicata

• Nama Umum: Rumput Setaria

• Nama Lokal : Jamarak

Deskripsi : Akar serabut dan panjang, batang menjalar dan bagian atas batang tegak tumbuh berbuku-buku. Dibagian bawah buku batang terdapat rambut halus berwarna putih serta batang tumbuh berongga. Tinggi batang dapat mencapai 0,2 – 1 m. Ujung daun meruncing dan berbentuk garis, bunga mejemuk serta anak bulir tumbuh berseling.

5. Cyperus iria

• Nama Umum: Jekeng

• Nama Lokal : Rumput mendeong, dekeng wangin, nyur-nyuran, dll

Deskripsi : akar berserat dan serabut, Batang berbentuk segitiga dengan tinggi batang 5-80 cm, daun berjumlah 4-10 helai terletak pada pangkal batang, bunga majemuk berbentuk 3 siku. Gulma ini biasanya muncul setelah padi di tanam dan banyak ditemukan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Gulma ini banyak ditemukan di sawah pada saat lahan padi ditanam secara tabela (tanam benih langsung) dan saat tanaman padi pindah tanam.

6. Marsilea crenata

• Nama Umum : Semanggi air.

Deskripsi : Akar serabut berwarna putih. Batang lunak berupa stolon berwarna hijau kecoklatan, daun majemuk berbentuk lonjong terdiri dari empat helaian, tepian daun rata. Habitat gulma Marcelia crenata hidup di dalam air dengan akar di dalam tanah. Biasanya gulma ini banyak ditemukan di rawa atau danau.

7. Monochoria vaginalis

• Nama Lokal : Eceng

Deskripsi : Akar serabut berwarna putih kehitaman, batang semu dan pendek, daun tunggal berbentuk jantung dan ujungnya runcing, hijau dan mengkilap. Bunga majemuk tersusun dalam bulir bulir, bunga berwarna ungu. Gulma Monochoria vaginalis termasuk gulma aquatik yang hidup di air. Habitat gulma ini biasanya ditemukan di parit, kolam atau pinggir sungai.

8. Fimbristylis-littoralis

• Nama Umum : Babawangan

• Nama Lokal : Tumbaran (Jawa), Panon Munding (Sunda)

Deskripsi : Akar serabut, batang ramping dan tidak berbulu serta tumbuh tegak. Daun terdapat dibagian pangkal, bentuk daun meruncing dengan tulang daun sejajar, Bunga berkarang dan bercabang banyak anak bulir banyak dan berwarna coklat berbentuk bola sampai jorong. Habitat Fimbristylis miliacea biasanya terdapat didi ladang padi.

9. Echinochloa colonum

• Nama Umum : Rumput bebek

• Nama Lokal : Tuton ( Jawa ), Jajagon Letik (Sunda)

Deskripsi : Akar tumbuh berumpuh, dangkal dan pendek. Batang ramping dan tumbuh menyebar. Daun berbentuk garis dan lebar dibagian pangkal serta runcing diujungnya. Bagian tepian daun biasanya berwarna ungu. Bunga membentuk malai terdapat diujung dengan panjang sekitar 3-15 cm. Habitat gulma Echinochloa colonum biasanya banyak ditemukan di sawah ataupun pinggir jalan.

10. Ageratum-conyzoides

• Nama Umum : Babadotan

• Nama Lokal : Bandotan (Jawa)

Deskripsi : Ageratum conyzoides merupakan gulma berdaun lebar. Daun berbentuk bulat telur dengan tepian bergerigi dan tepian daun runcing. Daun memiliki rambut atau bulu halus berwarna putih yang terletak dipermukaan atas dan bawah daun. Tinggi batang dapat mencapai 1 meter serta ditutupi bulu halus berwarna putih. Bunga berukuran kecil berwarna ungu atau putih berbentuk seperti bunga matahari dengan diameter 5-8 mm. (val/yy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *